Memilih kemalasan..

Malas itu pilihan. Ini jawaban si sayah waktu kemarin dinyinyirin (lagi) oleh anak kosan, gegara santai-santai di kosan kemudian mungkin si dia gatel nyindir dengan pernyataan Males kok dipelihara?”. Itu ungkapan nyinyir, betul. Karena si saya paham sekali karakter ni anak nyinyir haha.

malas

At least, I’ll get handle all my risk well than she does when she’s got lazy haha.

Anyway, semua kerjaan si sayah selesai loh! Pun jika belum ada yang selesai, si sayah sudah memikirkan strategi penyelesaian yang akan dilakukan, plus strategi antisipasi dan penanggulangan konflik (resiko). Wew kan?!

Jadi, menurut si sayah. Only menurut si sayah, ada waktu dimana sayah ingin menyendiri di kamar, tanpa ada gangguan dari banyak orang, tanpa ada influence-influence negatif dari si bocah nyinyir ini (meskipun setelah si sayah keluar gua, tetap muncrat deh itu bisa haha).

Nah, ketika waktu-waktu ini menagih haknya, otomatis si sayah pun harus berpikir. Menjadi malas adalah pilihan. Ini yang kita sebut sebagai manajemen konflik, strategi solusi, dan sebagainya, dalam aplikasi internal. Bukan membangun karakter malas, tapi membangun pikiran solutif. Ngapain pelihara kemalasan, tapi terkadang kita butuh racun untuk bisa menemukan penawar. Done. Salam penuh cinta.

Advertisements

2 responses to “Memilih kemalasan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s