Alhamdulillah, saya salah..

Semoga pilihan kalian untuk singgah ke halaman ini bukan sebuah kesalahan, karena kali ini saya ingin menulis tentang kesalahan, lagi.

Ada yang pernah melakukan kesalahan, lalu kemudian merasa resah sendiri, marah sendiri, dan sedih sendiri. Kesampingkan dulu justifikasi dari orang lain yang berinteraksi dan berhubungan dengan kesalahan, atau dari atasan yang meginginkan hasi lebih baik ketimbang sebuah kesalahan. Ada? Pasti ada, saya pernah, sering mungkin malah.

Dalam kondisi seperti ini biasanya yang berpengaruh besar dalam persepsi negative. Muncul satu lagi riwayat kekurangan diri. Kalau di list, wuih!  Panjang, Maha suci Allah yang telah menutupi aib-aib hambaNya. Jika tidak, puaslah caci maki diri atas jutaan kesalahan. Then why did I’m doing that mistake? And also why did I feel so sorry?

Pada dasarnya manusia memang ingin melakukan segala hal yang ingin dan harus dia lakukan, dilakukan dengan sempurna. Jika ada saja hal-hal yang tidak sempurna di matanya, jadilah kesalahan masuk ke dalam daftar panjang kekurangan diri.

Lalu harus bagaimana diri kala menghadapi kesalahan? Cukupkah dengan ikhlas? Dan ambil pelajaran (hikmah) atas segala kejadian? Kemudian prbaiki di kemudian hari? Waw! Begitu gampang memang berteori, dan begitu sulit tindak praktis.

Tapi solusi memang sesederhana itu, mungkin memang diri saja yang terlalu lama berkutat dengan kesalahan/kkurangan/hal-hal memalukan yang pernah kita lakukan, terus menerus mengingatnya dan menguburnya dalam pikir bawah sadar. Duh! Benar benar siksaan. Saya begitu. Proses perbaikannya? Ikuti saja tips-tips banyak trainer dan media. Petakan klebihan dan kkurangan, cari partner, cari penompang/pendukung, tutupi dengan kekuatan, perkuat yang lemah, atau tinggalkan potensi mmunculkan kelemahan yang ada, dan sebagai macam tips yang lainnya. Atau yang paling mudah sekedar nikmati saja prosesnya, nanti juga tahu nikmatnya memiliki kekurangan.

Toh, kalau kata Deddy corbuzier : Seseorang dengan kekurangan akan merasakan kebahagiaan yang berlipat-lipat saat suskes/berhasil.

Tahu sesuatu yang lebih hebat *bagi saya? Justru dengan daftar kesalahan yang telah saya perbuat, saya semakin bersyukur. Saya bersyukur, bahwa inilah bukti bahwa saya adalah seorang manusia. Yang tak memiliki daya dan upaya, melainkan hanya kehendak-Nya. Semua adalah kehendak-Nya. Lalau kemana usaha? Bukankah setiap manusia itu diwajibkan untuk berusaha? Pasti mereka bertanya-tanya begitu. Saya malah ingin balik bertanya, untuk apa kamu berusaha? Untuk keberhasilah yang nyata, atau untuk mengambil alih hati Tuhannya? Atau sukses dalam definisi relatif lainnya?

siapa yang salah

Terserah, yang penting saya tahu dan SADAR bahwa saya salah, dan ini adalah bukti bahwa saya hanya manusia!

Alhamdulillah ala kulli hal… kamu?

 

Advertisements

5 responses to “Alhamdulillah, saya salah..

  1. orang yang masih menyesal ketika melakukan kesalahan itu berarti masih punya hati nurani yang suci. Tapi jika keseringan melakukan kesalahan dan tidak menyesalinya mungkin bisa menyebabkan hati menjadi mati yang akhirnya membuat org tersebut biasa melakukan kesalahan
    *ngomong apa aku ini, hhihihi*

  2. Pingback: Alhamdulillah, saya salah.. | Kang Arif·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s