Kepada yang dititipi rahim-rahim suci..

Rahimmu adalah amanah suci,
Perpanjangan tangan kerahiim-an Ilahi.
Amanah, untuk menjaganya agar tetap bernilai tinggi.
Apa jadinya nanti anak-anak kita nanti?
Akankah menjadi perpanjangan tangan amal-amal terpuji,
Atau kelak dia berjubah kelabu, mengambil andil.
Menjadi bagian perusak peradaban, jahil.

Dan pemilik rahim-rahim suci kini, terinfeksi patogen-patogen yang menggerogoti menjalar lebar, menular.
Merasa lupa bahwa amanah tertinggi adalah mempersiapkan wadah terbaik bagi para penerus generasi.
Pikiran kotor tak lagi mampu berfikir jernih, hati yang sakit tak kuat merasai hikmah keinginan ilahi. Fisik yang lemah tak mampu lagi berlari. Jiwa yang rapuh, sedikit bergoyang kan runtuh.

Lalu kemudian, merasa suci dengan definisinya sendiri.

Toh, Tuhan Maha Pengampun ini..
Toh, Tuhan Maha Pengasih ini.
Toh, Tuhan Maha segalanya ini..

Lalu suci menjadi tak ada arti…

Dan pemilik rahim-rahim suci,
Surga Allah telah menanti.
Di telapak kakimu membentang setapak-setapak surga Ilahi.
Lahirannya generasi, menjadi kelahiranmu setelah dosa-dosa meluruh, seiring darah mengucur mnguras kuasa tubuh.
Kelahirannya, mensucikan diri.
Syahid diri tak perlu dicuri, tergapai tanpa harus menebas tebas pedang kesana kemari.

Jangan! Jangan tak menjaga diri, apa lagi yang kau punyai?
Jangan! Jangan tak hargai diri, apa lagi yang mampu buatmu berharga?
Jangan! Jangan lupa diri, apa jadinya anak-anak kita nanti?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s